MATERI · Keanekaragaman makhluk hidup

Dunia hewan: dari spons sampai mamalia

Kenali kelompok besar hewan dan rancangan tubuhnya, dari yang tanpa jaringan sampai bertulang belakang.

Jenjang yang disarankan: SD, SMP, SMA, kuliah.

Penjelasan untuk SD

Hewan sangat beragam. Ilmuwan membaginya menjadi dua kelompok besar.

Hewan bertulang belakang (vertebrata):

Hewan tidak bertulang belakang (invertebrata):

Tahukah kamu? Sebagian besar jenis hewan di bumi adalah invertebrata, dan jenis yang paling banyak adalah serangga!

Poin kunci

Aktivitas

Kumpulkan gambar 12 hewan. Pisahkan dulu menjadi hewan bertulang belakang dan tidak bertulang belakang. Lalu kelompokkan hewan bertulang belakang menjadi ikan, amfibi, reptil, burung, dan mamalia.

Penjelasan untuk SMP

Ciri hewan (Animalia): eukariota bersel banyak, heterotrof yang memperoleh makanan dengan memakan makhluk lain, selnya tidak berdinding sel, dan umumnya dapat bergerak aktif pada sebagian daur hidupnya.

Invertebrata (lebih dari 90% spesies hewan):

Vertebrata termasuk filum Chordata:

Ikan, amfibi, dan reptil adalah ektoterm: suhu tubuhnya dipengaruhi lingkungan. Burung dan mamalia adalah endoterm: menjaga suhu tubuh dengan panas dari metabolisme.

Pengelompokan hewan membantu kita menyusun klasifikasi dan memahami kekerabatannya. Telusuri setiap filum di Pohon Kehidupan Biotaloka.

Poin kunci

Aktivitas

Buat kunci determinasi dikotom (dua pilihan pada setiap langkah) untuk delapan hewan di sekitar sekolah. Uji kuncimu dengan meminta teman memakainya untuk mengenali hewan yang sama.

Penjelasan untuk SMA

Hewan dikelompokkan berdasarkan rancangan tubuh (body plan):

Ciri kunci filum:

Evolusi vertebrata ditandai inovasi besar: rahang, anggota gerak berjari pada tetrapoda, telur amnion yang memungkinkan reptil, burung, dan mamalia bertelur jauh dari air, bulu, serta endotermi. Karena burung adalah keturunan dinosaurus, kelompok “Reptilia” tradisional tidak mencakup semua keturunan leluhurnya (lihat materi Klasifikasi).

Poin kunci

Aktivitas

Amati cacing tanah, siput, udang, dan belalang (atau fotonya). Isi tabel ciri: simetri, segmentasi, jenis rangka, dan filumnya. Telusuri keempatnya di Pohon Kehidupan dan catat pada tingkat mana jalurnya berpisah.

Penjelasan untuk kuliah

Asal-usul hewan: kerabat bersel satu terdekat hewan adalah koanoflagelata, yang selnya mirip sel berkerah (koanosit) pada spons. Fosil hewan tertua yang diterima luas berasal dari biota Ediacara (sekitar 575–539 juta tahun lalu, misalnya Dickinsonia), diikuti ledakan keragaman rancangan tubuh pada Kambrium. Kelompok mana yang merupakan kerabat paling awal dari semua hewan lain, spons atau ctenophora (ubur-ubur sisir), masih diperdebatkan; beberapa analisis genomik terbaru condong ke ctenophora.

Filogeni molekuler menata ulang pengelompokan lama. Protostomia terbagi menjadi Lophotrochozoa (antara lain Platyhelminthes, Annelida, Mollusca) dan Ecdysozoa (hewan yang berganti kulit, antara lain Nematoda dan Arthropoda). Artinya, rongga tubuh dan segmentasi bukan penanda kekerabatan yang andal, karena ciri itu dapat muncul atau hilang lebih dari sekali. Gen Hox yang terpelihara di banyak filum menunjukkan perangkat genetik bersama untuk menata sumbu tubuh.

Keragaman: sekitar satu setengah juta spesies hewan telah dideskripsikan, sebagian besar serangga. Kumbang saja mencakup ratusan ribu spesies yang sudah dinamai, dan jumlah spesies serangga seluruhnya diperkirakan beberapa juta. Pengetahuan kita bias ke vertebrata dan hewan besar; invertebrata kecil, parasit, dan hewan laut dalam jauh kurang terdata.

Indonesia: Segitiga Terumbu Karang, dengan Indonesia di pusatnya, memiliki keragaman karang dan ikan karang tertinggi di dunia. Wallacea dan Papua menyimpan fauna khas, seperti ekidna (Zaglossus), kanguru pohon (Dendrolagus), dan kasuari. Karang pembentuk terumbu bergantung pada alga simbion; suhu laut yang terlalu tinggi memicu pemutihan karang.

Parasit dan One Health: beberapa penyakit tropis terabaikan di Indonesia disebabkan hewan invertebrata, antara lain cacingan yang ditularkan melalui tanah (Ascaris, cacing cambuk, cacing tambang), filariasis limfatik yang ditularkan nyamuk, dan schistosomiasis (Schistosoma japonicum) yang di Indonesia hanya ditemukan di beberapa lembah dataran tinggi Sulawesi Tengah (Lindu, Napu, dan Bada). Pengendaliannya memerlukan kerja sama bidang kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan.

Poin kunci

Aktivitas

Gunakan Jelajahi (indeks GBIF) untuk membandingkan jumlah spesies tercatat di Indonesia untuk Chordata, Mollusca, dan Arthropoda. Bandingkan dengan perkiraan keragaman sebenarnya dan diskusikan bias taksonomi dalam data keanekaragaman hayati.

Spesies contoh

Materi terkait

Berlatih

Bacaan lanjutan